JEJAK CAHAYA AHMAD DAHLAN
oleh M. Ayyub Abiyasa
Dari Kauman seorang lelaki berdiri melawan arus zaman. Tanpa senjata, tanpa teriakan, ia menggenggam cahaya dan menantang kegelapan dengan keyakinan.
Ia bertanya pada umat yang terlelap: mengapa iman berhenti di bibir, mengapa sujud tak berbuah keadilan? Dengan Al-Qur’an di dadanya, ia mengetuk hati yang membatu oleh kebiasaan.
Cemooh menjadi makanan hariannya, tuduhan mengiringi setiap langkah. Namun Ahmad Dahlan tak gentar karena ia tahu, kebenaran sering lahir dari kesepian yang panjang.
Ia bangun sekolah, tempat iman dan ilmu saling berjabat tangan. Ia rajut Muhammadiyah dari benang amal dan pembaruan, untuk umat yang berani maju tanpa kehilangan Tuhan.
Baginya, Islam adalah gerak dan kepedulian: menyeka air mata yatim, mengangkat derajat yang tertindas. Doa tak cukup jika tangan enggan bekerja, iman tak hidup tanpa keberanian berbuat.
Kini namanya tak sekadar tercatat di buku sejarah ia hidup di langkah guru, di suara dakwah, di amal yang terus menyala. Ahmad Dahlan… adalah perjuangan yang tak pernah selesai.
M. Ayyub Abiyasa
PK IMM Ahmad Dahlan






Leave a Reply