Perempuan Desa Kandangrejo “Go Digital”: Belajar Pemasaran Digital dan Henna Art di Sekolah Perempuan

Pelatihan pemasaran digital di Sekolah Perempuan Desa Kandangrejo.

GROBOGAN – Para perempuan di Desa Kandangrejo, Grobogan, kini selangkah lebih maju dalam beradaptasi dengan era digital. Melalui program “Sekolah Perempuan Plus 2025”, mereka mendapatkan pembekalan intensif di bidang pemasaran digital dan keterampilan tata rias.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Semarang, yang digelar pada Sabtu (4/10/2025).

Pelatihan pemasaran digital di Sekolah Perempuan Desa Kandangrejo.

Baca juga :

Fokus Praktik: Dari Shopee hingga Henna Art

Pada pertemuan “Pembekalan Minat Part 3” ini, peserta dibagi menjadi dua kelompok praktik utama:

  • Tim Olahan Bawang Merah: Fokus utama sesi ini adalah pemasaran digital. Peserta diajak praktik langsung cara berjualan di platform e-commerce Shopee.

    • Materi mencakup: Cara membuat akun toko, mengunggah foto produk, menulis deskripsi, hingga strategi promosi.

    • Peserta juga diberi contoh tampilan toko yang menarik dan teknik pengemasan standar e-commerce.

  • Tim Tata Rias: Peserta mendapatkan keterampilan tambahan, yaitu henna art.

    • Mereka belajar membuat pola sederhana dan mengenal bahan alami.

    • Tujuannya adalah menambah variasi jasa yang bisa ditawarkan, yang juga dapat dipromosikan secara daring.

Mendorong Kemandirian Digital

Ketua Tim Pelaksana, Reffi Naufal, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar peserta tidak hanya terampil dalam produksi, tetapi juga dalam penjualan.

Diskusi Pelatihan pemasaran digital di Sekolah Perempuan Desa Kandangrejo.

“Kami ingin ibu-ibu di Desa Kandangrejo mampu beradaptasi dengan era digital. Tidak cukup hanya bisa membuat produk, tetapi juga tahu bagaimana cara menjual dan mempromosikannya agar bernilai ekonomi,” jelas Reffi.

Antusiasme peserta pun terlihat jelas. Ibu Siti Fatimah, salah satu peserta, mengaku sangat termotivasi setelah mengikuti pelatihan pemasaran digital tersebut.

“Saya baru tahu kalau jualan online ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Sekarang saya jadi semangat untuk mencoba menjual produk bawang goreng buatan saya lewat Shopee,” tuturnya.

Melalui Sekolah Perempuan Plus 2025, para perempuan Desa Kandangrejo diharapkan tidak hanya terampil, tetapi juga melek teknologi. Dengan bekal ini, mereka didorong untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga dan memperkuat peran mereka dalam pembangunan desa.