Makna DAD bagi Proses Kaderisasi Saya
Selama mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD), saya menerima berbagai materi seperti keislaman, kemuhammadiyahan, ke-IMM-an, literasi kader, analisis sosial, dan pergerakan mahasiswa. Namun secara jujur, saya merasa belum mampu memahami sebagian besar materi tersebut. Bukan karena pemateri atau cara penyampaian yang kurang baik, melainkan karena saya sendiri kesulitan menangkap dan mencerna materi-materi yang cukup berat dalam waktu yang terbatas.
Di tengah proses itu, saya melihat teman-teman lain lebih aktif, lebih kritis, dan lebih cepat memahami apa yang disampaikan. Hal tersebut sempat membuat saya merasa tidak mendapatkan apa-apa dari DAD dan mempertanyakan posisi saya dalam proses kaderisasi. Perasaan tertinggal dan kebingungan menjadi bagian dari pengalaman saya selama mengikuti kegiatan ini.
Namun dari situ saya mulai menyadari bahwa DAD adalah awal dari sebuah proses, bukan ukuran keberhasilan seseorang dalam kaderisasi. Ketidakpahaman yang saya alami justru menyadarkan saya bahwa kaderisasi IMM menuntut kesediaan untuk terus belajar dan berproses, bukan sekadar langsung mengerti. Bagi saya, makna DAD terletak pada kesadaran untuk menerima keterbatasan diri dan tetap melangkah dalam proses kaderisasi ke depan.
M. Galih Rayhan
PK IMM Ahmad Dahlan






Leave a Reply