Kita Dalam Satu Suara
Di antara tangan yang berbeda arah,
kita satukan niat dalam satu gema.
Langkah kecil menjadi berirama,
saat tujuan tumbuh di dada yang sama.
Tak hanya bicara siapa pemimpin,
karena setiap suara punya tempatnya.
Keringat menetes jadi tinta perjuangan,
menulis kisah di papan waktu bersama.
Kadang kita lelah, kadang berselisih,
namun asa menambal retak hati yang tipis.
Sebab organisasi bukan sekadar nama,
tapi rumah dari cita dan kerja sama.
Maka, selama semangat masih bernafas,
kita terus bergerak, tanpa jeda, tanpa batas.
Bukan demi aku, bukan demi engkau semata,
melainkan demi “kita” yang menyala dalam kata.
Huwaidah Farras. S
PK IMM KH SAHLAN ROSJIDI






Leave a Reply