Gugatan Rakyat Semesta

Gugatan Rakyat Semesta

Di bawah tirai malam yang tak pernah tidur,
rakyat berbisik, suara mereka seperti angin sepoi.
Raja, sang penjaga yang lupa akan amanah,
korupsi mengakar, semakin lama semakin kuat, semakin mencari semakin dicari.

Keadilan? Jangan berharap, hanya ada satu iman yang nyata:
tuhan mereka adalah harta.

Kemiskinan merekah di atas ibu pertiwi yang kaya,
harga hidup melambung seperti burung yang terbang tinggi.
Pendidikan bagaikan cahaya redup di lorong kegelapan,
kesehatan, embun pagi yang terinjak kaki.
Jalanan retak, refleksi dari janji yang hancur.

Demokrasi, topeng emas di pelataran sandiwara,
suara kami disamakan dengan anjing yang menggonggong.

Bangkitlah, wahai jiwa yang ditindas,
bait-bait ini api suci dari hati yang bergelora.
Jangan biarkan mereka menjadi bayang-bayang tirani,
kita bersatu untuk tanah pusaka lekas sembuh.

Suara kita menjadi gema cakrawala yang mengguncang bumi,
suara kita pernah menjadi pendukung atas kezaliman ini.
Kini gema suara bangkit membedah janji semu yang kalian taburkan,
menagih hak di atas rahim pertiwi yang telah lama kalian biarkan sunyi.

Sanggupkah kalian menunaikan janji, wahai para pemuja rupa di balik sutra?
Tegakkan leher kalian, wahai para pelacur kuasa!
Siapkah kalian menelan kembali muntahan janji,
sebelum gemuruh menyeret kalian turun dari kursi-kursi tak bernyawa itu?

Iqbalmafaza

PK IMM Ahmad Dahlan