Madrasah Digital PK IMM Ahmad Dahlan UNIMUS, Wadah Kader Intensif Belajar Desain Visual

Peserta Madrasah Digital PK IMM UNIMUS sedang belajar desain menggunakan Figma.

SEMARANG – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sukses menggelar “Madrasah Digital”, sebuah workshop digital yang berfokus pada upaya peningkatan keterampilan kader. Mengusung tema “Membongkar Rahasia Seni Visual”, workshop ini dirancang sebagai wadah intensif bagi kader untuk belajar desain grafis dan penyuntingan (editing).

Kegiatan Madrasah Digital ini digelar di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 Kampus UNIMUS pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Sekitar 20 mahasiswa UNIMUS antusias mengikuti program yang bertujuan mencetak kader melek digital ini.

Pimpinan Umum PK IMM Ahmad Dahlan, Taufik Rohman, dalam keterangannya, menyebut program ini sebagai langkah strategis. Ia menegaskan bahwa di era modern, media sosial telah menjadi “mimbar baru” yang jangkauannya tidak terbatas.

“Oleh karena itu, kader IMM harus mampu mengisi ruang-ruang digital tersebut dengan konten yang kreatif dan profesional. Madrasah Digital ini adalah ikhtiar kami memfasilitasi kader untuk belajar desain secara kompeten,” ujar Taufik.

Tiga Tahap Belajar Desain di Madrasah Digital

Workshop Madrasah Digital ini dipandu oleh Ghulam Mujtaba, selaku Kepala Bidang Media dan Komunikasi (Medkom) sekaligus moderator. Sebagai pemateri, dihadirkan praktisi desain visual, Assa Saesar Nurdiansyah, S.Pd.

Pelatihan belajar desain di buka oleh Ghulam

Proses belajar desain dibagi menjadi tiga sesi komprehensif. Sesi pertama berfokus pada peletakan fondasi (fundamental). Assa Saesar menjelaskan bahwa desain yang baik bukan hanya indah, tetapi harus menjadi “pemecah masalah” (problem solver).

“Peserta diajak membedah elemen inti seperti layout, grid, psikologi warna, typography (seni menata huruf), kerning(jarak huruf), serta visual hierarchy,” jelas Ghulam Mujtaba.

Setelah teori, sesi kedua beralih ke praktik teknis. Peserta melanjutkan proses belajar desain dengan diperkenalkan pada perangkat lunak (software) kolaboratif, Figma. Materi dimulai dari pendaftaran akun, pengenalan workspace (area kerja), hingga praktik langsung membuat desain kutipan (quotes).

Pada sesi ketiga, level belajar desain ditingkatkan dengan pengenalan teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Peserta diajarkan cara menggunakan AI untuk membantu pembuatan poster iklan (Ads Poster), mengubah foto produk biasa menjadi estetik layaknya hasil foto studio profesional.

Baca juga :

Desain dan Niat Mulia

Di penghujung acara Madrasah Digital, pemateri Assa Saesar Nurdiansyah memberikan pesan mendalam. Ia mengingatkan bahwa di balik semua keterampilan teknis, ada hal yang lebih fundamental bagi seorang desainer muslim.

belajar desain menggunakan figma dipandu oleh kak Assa

“Nilai istimewa dari desainer muslim adalah niat mulia dan keikhlasan,” ujar Assa.

Acara yang berjalan lancar hingga pukul 15.00 sore ini tidak berhenti di situ. Ghulam Mujtaba menjelaskan bahwa proses belajar desain ini akan berlanjut melalui Rencana Tindak Lanjut (RTL).

“Peserta wajib membuat desain produk dan dikumpulkan. Tugas ini adalah syarat untuk mendapatkan sertifikat, memastikan ilmu yang didapat benar-benar dipraktikkan,” pungkasnya.